Contoh Proposal Pengajuan Dana Paling Komunikatif

Dalam mengadakan suatu kegiatan, tidak seluruhnya keperluan finansial dapat di penuhi oleh pihak internal.

Semakin kompleks dan besar skala acara yang akan di selenggarakan, biasanya seimbang dengan bertambah banyaknya pula sumber keuangan dari sisi eksternal.

Tentu saja, datangnya bantuan ini pun di awali oleh permohonan dari panitia dalam bentuk proposal bantuan dana atau semacamnya.

Membuat proposal pun sesungguhnya tidak terlalu susah, apalagi dengan semakin mudahnya akses mencari informasi contoh proposal pengajuan dana di berbagai sumber, baik online maupun offline.

Hanya saja, pembuatan dokumen ini memang perlu kejelian dan detail yang cukup banyak.

1. Pengertian Proposal Pengajuan Dana

Secara sederhana, proposal dapat di definisikan sebagai sebuah tulisan yang di buat oleh penulis dengan muatan utama berupa pengajuan atau permohonan.

Adapun konteks yang di maksud cukup luas, seperti izin mengadakan kegiatan, persetujuan proyek kerja, hingga bantuan dana.

Secara spesifik, proposal pengajuan dana merupakan sebuah dokumen yang di buat dengan tujuan memperoleh sejumlah sokongan biaya dari pembaca atau lazim di sebut sebagai calon donatur.

Garis besarnya, agar sejumlah uang dapat di berikan oleh pihak eksternal atau calon donatur.

Maka lembaran berisi rancangan kerja tersebut harus mencantumkan secara lengkap rencana kegiatan, landasan dasar, hingga rincian kebutuhan dana sekaligus peruntukannya.

Umumnya, proposal pengajuan dana hanya mencantumkan rincian finansial yang di perlukan. Mengenai berapa jumlah dana yang harus di keluarkan oleh calon donatur, tidak ada ketetapan secara tertulis.

Setiap pihak pemberi bantuan biaya pun tidak berkewajiban untuk memberikan donasi sebagaimana yang di harapkan, baik dari segi jumlah maupun keikutsertaan dalam pemberian sejumlah uang.

Oleh karena itu, agar proposal pengajuan dana dapat memberikan hasil sesuai harapan, pembuatannya harus di lakukan dengan sesempurna mungkin.

Serta mengalamatkannya pada pihak yang memang memiliki potensi besar untuk turut memberikan sejumlah bantuan keuangan.

2. Fungsi Proposal Pengajuan Dana

Setiap proposal mempunyai cukup banyak fungsi. Tidak hanya bagi para pembaca sesuai target, tetapi dokumen ini juga memberikan kegunaan tersendiri untuk sisi penulis.

Adapun fungsi sebuah proposal bantuan dana baik untuk kepentingan internal maupun eksternal adalah sebagai berikut.

2.1 Membantu Membuat Rencana dan Proyeksi Kegiatan Realistis

Bagi penulis (baik dalam skala perseorangan, kelompok atau organisasi tertentu hingga sekelas perusahaan), merencanakan sebuah kegiatan haruslah di buat serealistis mungkin sejak awal.

Saat akan menjalankan sebuah usaha misalnya, pemilik bisnis tentu harus mampu memproyeksikan proses bisnis, tahapan yang ingin di capai dalam waktu tertentu, hingga cita-cita profit.

Penentuan hal-hal ini pastinya tidak dapat di lakukan sekonyong-konyong tanpa adanya kematangan observasi dan kalkulasi.

Untuk mengembangkan cabang sebanyak 50 titik contohnya, seberapa besar kemungkinan terjadinya kondisi tersebut bila hanya di target tiga bulan pertama sejak aktivitas komersialnya berdiri?

Proposal dapat membantu penulis untuk mengetahui apa saja tantangan dan peluang yang akan di hadapi dalam mewujudkan kegiatan.

Dengan demikian, implementasi rencana kerja tersebut memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi.

2.2 Membuat Setiap Orang Memiliki Pemahaman Sama

Tidak setiap orang memahami apa yang orang lain katakan. Oleh karena itu,

Proposal dapat menjadi alat bantu komunikasi universal untuk membuat pembaca menjadi sepemahaman dengan penulis.

Mereka akan memahami gambaran kegiatan dan tujuan permohonan dana yang di butuhkan. Namun, kondisi ini tidak akan tercapai bilamana proposal yang di buat tidak cukup komunikatif dan informatif.

Calon donatur tentu akan melakukan penilaian tersendiri sebelum memberikan sebagian dana yang dimilikinya melalui berbagai konsiderasi.

Bagaimana mungkin seseorang dapat mempercayakan hartanya kepada pihak lain bila informasinya tak cukup jelas maupun representatif?

Maka dari itu, pembuatan proposal harus di lakukan dengan terstruktur, jelas dan lengkap. Hindari memakai terlalu banyak basa-basi, lalu pastikan bahwa bahasa to the point yang di gunakan atraktif dan persuasif tanpa terkesan agresif.

2.3 Membantu Mendapat Pendanaan

Sebagai penyelenggara kegiatan, penting untuk menguraikan aliran dana, mulai dari sumber hingga pengeluaran. Rincian ini akan sangat membantu dalam efektivitas dan efisiensi keuangan.

Detail dalam struktur rapi di sebuah proposal, tentu mempermudah penulis untuk mencari kekurangan biaya yang di butuhkan.

Dari sisi calon donatur, transparansi ini dapat menjadi konsiderasi sumbangan yang akan di berikan untuk membantu terlaksananya kegiatan.

3. Jenis Proposal Pengajuan Dana

Perlu di ketahui, proposal tidak harus di buat dalam bentuk formal yang terkesan kaku. Berdasarkan bentuknya, secara general dokumen berisi rancangan kerja yang di canangkan ini terbagi menjadi tiga jenis seperti berikut:

3.1 Proposal Formal

Standarnya, sebuah proposal formal mempunyai tiga bagian utama, yakni pendahuluan, isi dan penutup. Dokumen jenis ini biasanya telah di ajarkan sejak di bangku sekolah serta menjadi pakem setiap pembuatan proposal.

Adapun komposisi masing-masing bagiannya adalah sbb:

  • Rincian bagian pendahuluan meliputi sampul dan halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi dan lembar pengesahan.
  • Rincian bagian isi meliputi latar belakang, tujuan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, teori landasan, metodologi, susunan panitia, analisis, waktu dan tepat, anggaran, serta timeline.
  • Rincian bagian penutup berisi simpulan, daftar pustaka dan lampiran.

Kendati secara umum proposal formal mempunyai struktur seperti ini, bukan berarti keseluruhan rincian setiap bagian harus di lampirkan. Hal ini di sesuaikan dengan kebutuhan dokumen tersebut.

Semisal adalah contoh proposal bantuan dana untuk membuat bisnis kuliner. Penulis boleh-boleh saja tidak mencantumkan ikhtisar, lembar pengesahan, rumusan masalah dan beberapa bagian lainnya yang di nilai kurang relevan.

3.2 Proposal Semi Formal

Proposal semi formal biasanya tidak selengkap proposal formal, tetapi tetap memuat hal-hal penting yang dapat memberi gambaran utuh tentang kegiatan beserta tujuan.

Selain itu, jenis dokumen ini juga seringkali di sajikan dalam bentuk lebih kreatif, baik dari segi penjilidan, desain dalam proposal dan bentuk fisik.

3.3 Proposal Non Formal

Sebuah proposal non formal juga memuat isi tidak selengkap proposal formal. Umumnya, dokumen ini di buat dalam bentuk memorandum atau surat yang terlampir.

Meski begitu, proposal non formal tetap harus mengandung hal-hal penting berkaitan dengan tujuan. Lalu, bagaimana dengan format atau struktur proposal pengajuan dana?

Seperti yang di sampaikan sebelumnya, boleh jadi sebuah proposal pengajuan dana tidak memuat selengkap detail struktur proposal formal pada umumnya. Calon donatur pun biasanya hanya membutuhkan informasi tertentu saja alias tidak terlalu banyak basa-basi.

Perlu di ingat, penambahan atau pengurangan bagian ini juga bergantung dari kegiatan yang di lakukan, apakah pengajuan dana di maksudkan untuk kegiatan pensi sekolah, festival, riset, bisnis dll.

4. Struktur Umum Proposal Pengajuan Dana

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah struktur proposal pengajuan dana yang paling umum:

4.1 Halaman sampul

Bagian ini berisi judul proposal yang mencakup nama kegiatan, pihak penyelenggara dan tahun kegiatan. Halaman sampul boleh jadi di buat dua rangkap, satu di gunakan dalam bentuk hard cover, sementara satunya lagi dalam bentuk soft cover.

4.2 Kata pengantar

Bagian ini berisi ramah tamah penulis sekaligus salam pembukaan kepada pembaca. Selain itu, kata pengantar juga menjelaskan secara singkat gambaran umum proposal.

4.3 Daftar isi

Bagian ini berisi rincian halaman masing-masing bagian. Tujuan daftar isi adalah mempermudah pembaca untuk menemukan poin-poin penting yang ingin di ketahuinya dari proposal tersebut.

4.4 Latar belakang

Bagian ini memuat penjelasan apa yang menjadi alasan di rencanakannya kegiatan tersebut. Latar belakang biasanya mengandung relasi sebab dan akibat yang relevan.

4.5 Maksud dan tujuan

Bagian ini memuat alasan yang mendasari di buatnya proposal. Bila secara spesifik di manfaatkan untuk mendapatkan dana, maka sertakan dengan jelas alasan tersebut, tetapi dengan balutan kesan tidak terlalu vokal.

4.6 Rencana kegiatan

Bagian ini mengandung detail kegiatan. Rencana kegiatan menjabarkan dengan jelas meski tidak harus terlalu detail tentang aktivitas yang di lakukan.

4.7 Tempat dan waktu kegiatan

Bagian ini mengandung informasi tentang kapan dan di mana rencana kegiatan akan di eksekusi.

4.8 Perkiraan anggaran

Bagian ini merupakan inti dari sebuah proposal bantuan dana usaha. Perkiraan anggaran berisi rincian kebutuhan kegiatan yang akan di lakukan dan besarnya pengeluaran.

Bila di rasa perlu, sertakan pula informasi terkait spesifikasi teknis. Pastikan dalam membuat perkiraan anggaran, setiap kalkulasi di lakukan dengan teliti tanpa melakukan penambahan margin terlalu besar.

4.9 Penutup

Bagian ini merupakan akhir dari proposal. Penutup memuat kalimat santun yang berisi harapan terjalinnya kerja sama dengan calon donatur serta kalimat pendukung lainnya.

5. Contoh Proposal Pengajuan Dana

Membuat sebuah proposal boleh jadi agak membingungkan bagi yang belum pernah melakukannya meski sesungguhnya tidaklah sulit.

Selama dapat menyusun kerangka dan menyiapkan bahan materi serta kalkulasi yang matang, pembuatan dokumen ini tidak akan terlalu berkendala.

Nah, bagi Anda yang masih agak ragu atau bingung, perhatikan contoh proposal bantuan dana usaha kuliner berikut ini:

5.1 Judul Kegiatan

Proposal Pengajuan Dana Usaha Kuliner Modern Sehat “House of Healthy Life”

5.2 Latar Belakang

Bisnis kuliner selalu menjadi peluang usaha dengan prospek cerah. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa sebagai kebutuhan dasar setiap individu, makanan merupakan salah satu komoditas yang selalu di cari.

Kesempatan ini pun semakin di dukung oleh gaya hidup masyarakat modern dengan dua karakter utama: tak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan sendiri sajian guna mencukupi kebutuhan asupan maupun menikmati penganan sembari bersantai di kedai kekinian.

Namun, hingga kini belum banyak pelaku bisnis di Semarang yang berfokus menyajikan makanan organik dalam balutan kedai modern.

Padahal, kesadaran dan keinginan masyarakat untuk beralih ke gaya hidup sehat kian meningkat. Hal ini tentu menjadi peluang usaha dengan prospek cerah serta menjanjikan.

Untuk itulah, kami bermaksud untuk menghadirkan kedai modern bernuansa homey yang menyajikan berbagai makanan dan minuman organik nan sehat. Jenis menunya pun mengunakan selera nusantara serta internasional.

Dengan demikian, bisnis ini di harapkan sebagai pilihan utama bagi konsumen di wilayah Semarang khususnya untuk menikmati sajian lezat, sehat, serta berkelas sesuai preferensi rasa masing-masing.

5.3 Tujuan

Adapun tujuan di bentuknya usaha kuliner ini adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat Semarang akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat.
  • Menjadi pionir kedai modern yang menghadirkan nuansa homey dengan sajian serba organik di Semarang.
  • Menjadi destinasi kuliner utama masyarakat Semarang yang menyajikan hidangan sehat.
  • Menghadirkan sajian lezat berbahan organik dengan harga terjangkau.
  • Membantu meningkatkan kesejahteraan petani organik.

5.3 Profil Bisnis

House of Healthy Life digunakan sesuai dengan tujuan kegiatan bisnis, yakni sebagai destinasi kuliner bagi masyarakat yang ingin menikmati sajian menyehatkan.

Pemilihan kata tersebut juga relatif mudah untuk menjadi top of mind bagi konsumen karena definisinya cenderung sederhana. Dengan keberhasilan branding, di harapkan usaha komersial ini akan semakin meluas dan berkembang.

5.4 Analisis Prospek Bisnis

Berdasarkan survei yang di lakukan terhadap 534 responden meliputi mahasiswa, pekerja dan ibu rumah tangga, sebanyak:

  • 87% memahami perbedaan antara bahan makanan organik dan non organik.
  • 54% telah mencoba sajian berbahan organik.
  • 81% belum pernah mencoba makanan organik di kafe/restoran/sejenisnya.
  • 93% menganggap bahan organik relatif mahal sehingga enggan untuk mengonsumsinya dan
  • 88% setuju dengan adanya konsep kedai modern yang menyajikan penganan serba berbahan organik.
  • 74% menganggap kisaran harga makanan sebesar Rp12.000,00 hingga Rp35.000,00 masih cukup terjangkau.

Di sisi lain, tercatat hingga awal 2019, belum ada satu pun destinasi kuliner di Semarang yang menyajikan makanan berat maupun ringan (termasuk cake) berbahan organik secara keseluruhan.

Berdasarkan data dari survei ini, maka bisnis House of Healthy Life dianggap mempunyai prospek cerah.

5.5 Analisis SWOT

5.5.1 Strength

  • Memiliki kesepakatan kerja sama dengan petani organik.
  • Mempunyai SDM dapur yang andal.
  • Dukungan masyarakat terhadap bisnis kuliner sehat berbahan organik.
  • Harga sajian yang di tawarkan terjangkau.

5.5.2 Weakness

  • Bangunan bukan merupakan milik sendiri sehingga membutuhkan biaya lebih besar.
  • Membutuhkan SDM untuk servis yang andal.
  • Kurangnya dana untuk suplai bahan baku, renovasi gedung dan menjaga cash flow tetap sehat di tahap awal.

5.5.3 Opportunity

  • Lokasi yang berada di pusat keramaian kota Semarang.
  • Belum ada kompetitor.

5.5.4 Threat

  • Penyesuaian cita rasa dengan selera konsumen.
  • Persaingan dalam sisi pelayanan.
  • Kompetisi dari segi kenyamanan tempat.

5.6 Anggaran Dana

Dalam rangka mewujudkan bisnis ini, di butuhkan beberapa tambahan modal dengan rincian sebagai berikut:

Sewa tempat Rp 30.000.000,00 / tahun
Renovasi Rp 25.000.000,00
Desain interior Rp 20.000.000,00
Kebutuhan perangkat POS Rp 5.000.000,00
Bahan makanan Rp 36.000.000,00 / tahun
Perlengkapan dapur dsb. Rp 20.000.000,00
Operasional (listrik, internet, air) Rp 15.000.000,00 / tahun
Gaji Pegawai Rp 24.000.000,00 / tahun
Kebutuhan tidak terduga Rp 20.000.000,00
Total Rp 195.000.000,00

5.7 Penutup

House of Healthy Life di harapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Semarang terhadap manfaat bahan-bahan organik.

Dengan konsistensi aneka sajian lezat, sehat dan terjangkau serta tempat nyaman untuk sekaligus bersantai, konsumen akan semakin loyal. Dampaknya, bisnis berkembang semakin kencang sehingga menghasilkan profit yang dicita-citakan.

Namun, hal ini tentu tak dapat terealisasi tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak dengan visi serupa. Untuk itu, besar harapan adanya dukungan yang di berikan terutama dalam permodalan awal.

Melalui kerja sama ini, kami yakin House of Healthy Life tidak hanya memberikan dampak ekonomis terhadap masing-masing pihak internal, tetapi juga sosial pada masyarakat secara luas.